BERITAKEBUMEN.COM – Musim kemarau identik dengan udara panas dan minim hujan. Namun, banyak warga justru merasakan serangan nyamuk yang semakin menggila, terutama di malam hari.
Fenomena ini tampak bertolak belakang dengan logika umum yang menyebut kemarau seharusnya menekan populasi serangga penghisap darah tersebut.
Peneliti dari Pusat Riset Biologi BRIN, Sihono, mengungkap fakta ilmiah di balik lonjakan nyamuk saat cuaca terik.
Ternyata, kemarau menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak dan mencari perlindungan.
BACA JUGA: Nyamuk Makin Banyak Saat Musim Kemarau? Ini 6 Cara Efektif Mengusirnya
Genangan Air Tenang Jadi Surga Perkembangbiakan
Curah hujan yang menurun membuat saluran air tidak tersiram deras. Alhasil, genangan air di sekitar pemukiman menjadi tenang dan stagnan.
Nyamuk memanfaatkan air bersih yang menggenang di wadah-wadah luput dari perhatian untuk bertelur.
Beberapa titik rawan di rumah antara lain pot bunga berair, talang air tersumbat, selokan dengan aliran mandek, serta penampungan air terbuka. Lingkungan ini menjadi tempat favorit nyamuk memperbanyak diri tanpa gangguan.
Panas Menyengat Dorong Nyamuk Masuk Rumah
Suhu tinggi di luar memaksa nyamuk dewasa mengubah perilaku. Mereka berbondong-bondong mencari tempat teduh dan lembap. Rumah warga menjadi target utama perlindungan.
Nyamuk masuk melalui jendela atau pintu terbuka, lalu bersembunyi di sudut gelap seperti balik pakaian gantung, kolong furnitur, atau dekat saluran pembuangan. Di sinilah mereka juga berburu darah manusia.
Cara Memutus Siklus Hidup Nyamuk
Untuk mencegah risiko penyakit, masyarakat perlu giat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
BACA JUGA: Jangan Asal Angkat! Spam Call Bisa Jadi Sinyal Kebocoran Data Pribadi, Ini Cara Mengatasinya
Gerakan 3M Plus menjadi andalan. Yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.
Langkah tambahan meliputi menabur bubuk abate di penampungan air yang sulit dikuras, memasang kawat kasa pada ventilasi, menggunakan kelambu tidur, dan rutin membersihkan lingkungan dari genangan air.
Konsistensi dalam tindakan ini mampu menekan populasi nyamuk dan melindungi keluarga dari ancaman penyakit selama musim kemarau.






