BERITAKEBUMEN.COM – Kurang tidur masih sering dianggap sebagai konsekuensi dari kesibukan.
Padahal, kebiasaan tidur hanya 4–5 jam setiap hari dapat berdampak pada kesehatan otak, jantung, metabolisme, hingga sistem kekebalan tubuh.
Spesialis Neurologi Siloam Hospitals, dr. Maria Ardelia Purwaningrum, Sp.N, menjelaskan bahwa orang dewasa idealnya tidur sekitar 6–8 jam per hari.
Namun, durasi tidur bukan satu-satunya ukuran. Kualitas istirahat juga perlu diperhatikan, termasuk ada atau tidaknya gangguan seperti sering terbangun atau mengorok.
Saat tidur, tubuh melakukan proses pemulihan. Otak mengatur kembali berbagai fungsi, menyimpan memori, sementara tubuh melepaskan hormon yang mendukung sistem imun dan menjaga fokus.
BACA JUGA: 5 Manfaat Minum Air Putih Hangat Setiap Hari, Nomor 4 Bikin Tubuh Lebih Rileks
Kurang tidur dalam jangka panjang dapat menurunkan konsentrasi dan daya ingat, memicu gangguan emosi, meningkatkan tekanan darah, serta mengganggu regulasi gula darah dan hormon lapar.
Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, peradangan, dan gangguan kardiovaskular.
Dr. Maria juga mengingatkan bahwa “utang tidur” tidak dapat diganti begitu saja dengan tidur lebih lama pada hari berikutnya.
Pemulihan perlu didukung pola makan bergizi, olahraga, dan pengelolaan stres.
Gangguan tidur yang berlangsung selama 2–3 minggu sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Penerapan sleep hygiene, seperti menjaga kamar tetap nyaman dan mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.






