Paguyuban Jamjaneng Pejagoan Dikukuhkan, Libatkan Lebih dari 30 Grup Seni Tradisional

Penampilan grup Jamjaneng Tunas Pusaka MI Peniron Pejagoan pada pengukuhan pengurus Pastrajakkeb Kecamatan Pejagoan di Pendopo Kecamatan Pejagoan, Senin, 2 November 2026. (Foto: Dok. DKD Kebumen)

PEJAGOAN, Beritakebumen.com – Paguyuban Seni Tradisional Jamjaneng Kabupaten Kebumen (Pastrajakkeb) Kecamatan Pejagoan resmi dikukuhkan di Pendopo Kecamatan Pejagoan, Senin, 2 November 2026.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian seni tradisional Jamjaneng sekaligus mendorong regenerasi pelakunya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pegiat Jamjaneng yang berasal dari lebih dari 30 grup di Kecamatan Pejagoan.

Sejumlah grup turut memeriahkan acara dengan menampilkan kesenian Jamjaneng.

BACA JUGA: Siap-Siap! 400 Pemain Bakal Ramaikan Pementasan Jamjaneng Kolosal di Kebumen

Hadir dalam kegiatan itu Koordinator Seni dan Tradisi Lisan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo, Ketua Umum Pastrajakkeb Kabupaten Kebumen BE Susilohadi, jajaran Forkopimcam Pejagoan, serta sejumlah kepala desa.

Camat Pejagoan Rusta Nurhayati mendukung pembentukan kepengurusan tersebut sebagai langkah memajukan kearifan lokal, khususnya seni tradisional Jamjaneng.

Menurutnya, pelestarian kesenian daerah juga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Rusta menyampaikan bahwa Jamjaneng telah memperoleh sertifikat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Karena itu, regenerasi perlu terus dilakukan agar kesenian tersebut tetap berkembang.

Ia juga menyoroti nilai-nilai yang terkandung dalam syair Jamjaneng. Selain memuat ajaran ketauhidan dan syiar Islam, kesenian ini turut membawa pesan persatuan bangsa.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan surat keputusan (SK) oleh Camat Pejagoan.

Selanjutnya, SK diserahkan kepada Pembina Pastrajakkeb Kecamatan Pejagoan, Triyono Adi, yang juga menjabat Kepala Desa Peniron.

Penyerahan tersebut didampingi Ketua Pastrajakkeb Kecamatan Pejagoan Nur Kholis dan Ketua Umum Pastrajakkeb Kabupaten Kebumen BE Susilohadi.

Dalam kesempatan itu, BE Susilohadi menilai perkembangan Jamjaneng di Kebumen dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren positif.

Sejumlah kegiatan pelestarian telah digelar, mulai dari Festival Jamjaneng, Lomba Jamjaneng Kreasi, hingga pentas seni tradisional Jamjaneng kolosal di Pandansari, Sruweng.

BACA JUGA: 21 Warisan Budaya Jateng Resmi Berstatus WBTbI 2026, Dua di antaranya dari Kebumen

Selain itu, terdapat pentas rutin Pastrajakkeb Sruweng di Condongcatur, Sruweng, serta pengukuhan kepengurusan Pastrajakkeb Kecamatan Pejagoan.

BE Susilohadi berharap kegiatan pelestarian Jamjaneng semakin berkembang.

Ia juga mendorong agar pertemuan dan kegiatan paguyuban dapat dilaksanakan secara rutin dengan dukungan pemerintah kecamatan dan para kepala desa.

Menjelang akhir acara, penampilan grup Jamjaneng Tunas Pusaka MI Peniron menjadi perhatian para tamu undangan.

Grup binaan Suwarno tersebut memiliki keunikan karena seluruh pemainnya merupakan siswa kelas IV dan V MI Peniron.

Pos terkait