Persiapan Haji 2027, Calon Jemaah Kebumen Jalani Simulasi dari Ihram hingga Tawaf

335 calon jemaah haji 2027 di Kebumen ikuti simulasi manasik massal.

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Sebanyak 335 calon jemaah haji tahun 2027 yang tergabung dalam KBIHU NU Kebumen mengikuti simulasi dan praktik manasik haji massal di kompleks SMK Ma’arif 1 Kebumen, Minggu, 1 November 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan jemaah untuk memahami sekaligus mempraktikkan seluruh tahapan ibadah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Bacaan Lainnya

Simulasi manasik tersebut dibimbing langsung oleh jajaran ulama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen.

BACA JUGA: Biaya Haji 2027 Resmi Ditetapkan Rp98,46 Juta, Ini Besaran yang Dibayar Jemaah

Hadir sebagai pembimbing Ketua KBIHU NU Kebumen Bambang Sucipto, Wakil Rais Syuriah PCNU Kebumen Dawamuddin, serta Katib Syuriah PCNU Kebumen Fauzin Jamil. Kegiatan itu juga dipantau Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Imam Satibi.

Ketua KBIHU NU Kebumen, KH Bambang Sucipto, mengatakan ibadah haji merupakan ibadah badaniyah yang membutuhkan kesiapan fisik dan penguasaan praktik.

Karena itu, pembekalan kepada calon jamaah lebih banyak diarahkan pada kegiatan simulasi secara langsung.

Menurutnya, praktik lapangan akan membantu jamaah memahami setiap tahapan ibadah haji dan umrah secara lebih menyeluruh.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempraktikkan berbagai rangkaian ibadah haji dengan simulasi yang dibuat menyerupai kondisi di Tanah Suci.

Tahapannya meliputi niat haji atau ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, hingga tawaf ifadah.

Para peserta mengikuti setiap tahapan dengan antusias sebagai bekal menghadapi pelaksanaan ibadah haji sesungguhnya.

BACA JUGA: Jemaah Haji Kloter 11 Kebumen Tiba di Tanah Air, Disambut Haru di Pendopo Kabumian

KBIHU NU Kebumen juga memberikan pendampingan kepada seluruh jamaah sejak masa persiapan keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

Sambil menunggu pengumuman resmi jadwal keberangkatan dari pemerintah, pembekalan terus difokuskan pada penguatan pemahaman teori, pematangan praktik ibadah, serta kesiapan kesehatan jasmani dan rohani.

Pos terkait