Mengapa Peta Jawa Tengah Mirip Hewan Berjongkok? Ini Jejak Sejarah di Balik Bentuknya

Peta Provinsi Jawa Tengah dengan siluet wilayah yang sekilas menyerupai hewan sedang berjongkok. (Foto: paintmaps.com)

BERITAKEBUMEN.COM – Bentuk wilayah Provinsi Jawa Tengah pada peta Pulau Jawa memiliki siluet unik yang kerap mengundang perhatian.

Jika diamati sekilas, lekukan wilayahnya terlihat menyerupai seekor kambing atau kucing yang sedang duduk berjongkok menghadap ke timur.

Bacaan Lainnya

Kemiripan tersebut ternyata berkaitan dengan cara manusia mengenali pola visual serta perjalanan panjang sejarah pembentukan wilayah Jawa Tengah.

Fenomena melihat bentuk tertentu pada objek yang sebenarnya tidak memiliki pola khusus dikenal dalam psikologi sebagai pareidolia.

BACA JUGA: 8.401 Hektare Sawah di Kebumen Mulai Dialiri, Petani Diminta Segera Tanam Padi

Kondisi ini membuat otak manusia cenderung menghubungkan bentuk acak dengan sesuatu yang sudah dikenal, seperti wajah pada awan atau permukaan bulan.

Bentuk peta Jawa Tengah sendiri merupakan hasil perpaduan kondisi geografis dan perkembangan sejarah.

Wilayah ini memiliki garis pantai di utara yang berbatasan dengan Laut Jawa, kawasan pegunungan dan dataran tinggi di bagian tengah, serta pesisir selatan yang menghadap Samudra Hindia.

Variasi bentang alam tersebut turut membentuk karakter garis batas wilayahnya.

Faktor sejarah juga memiliki pengaruh besar. Pada abad ke-8 hingga ke-10, kawasan Jawa Tengah menjadi pusat kekuasaan Mataram Kuno.

Perkembangan kerajaan berikutnya, mulai dari Demak, Pajang hingga Mataram Islam, turut mewarnai perjalanan politik dan pembagian wilayah di Pulau Jawa.

Perubahan penting terjadi setelah Perjanjian Giyanti pada 1755 yang membagi Mataram Islam menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Pembentukan Mangkunegaran pada 1757 serta Pakualaman pada 1813 semakin memperkuat dinamika pembagian kekuasaan di wilayah tersebut.

Pada masa kolonial Belanda, pembagian administratif diperjelas melalui sistem karesidenan, antara lain Semarang, Kedu, Banyumas, Pekalongan, dan Rembang.

BACA JUGA: Percepat RDTR, Kebumen Plot Petanahan Jadi Pusat Industri dan Ayah Kawasan Wisata

Jejak pembagian wilayah tersebut masih dapat ditemukan dalam sejumlah sistem administrasi hingga sekarang.

Setelah Indonesia merdeka, Jawa Tengah resmi ditetapkan sebagai salah satu dari delapan provinsi pertama melalui keputusan PPKI pada 19 Agustus 1945.

Kini, provinsi ini terdiri atas 29 kabupaten dan enam kota dengan Semarang sebagai ibu kota.

Siluet unik peta Jawa Tengah pada akhirnya menjadi gambaran perjalanan panjang wilayah ini, dari pengaruh bentang alam, kerajaan-kerajaan kuno, pemerintahan kolonial hingga pembentukan administrasi Indonesia modern.

Pos terkait