Angkat Tenun Seboro, Brand Fashion Muslim Asal Kebumen Tembus Pasar Internasional

Ani Susanti, perawat asalah Kebumen yang sukses besarkan bisnis fashion berkat media sosial dan TikTok. (Foto: Berita Kebumen)

Tak hanya estetik, usahanya juga ramah lingkungan. Ani berkomitmen pada konsep sustainable fashion dengan mengolah sisa kain perca menjadi suvenir bernilai jual seperti pouch dan gantungan kunci.

“Kami memiliki komitmen untuk menjadi sustainable. Setiap perca kami kelola kembali menjadi suvenir sehingga tidak menyisakan sampah kain,” jelas Ani.

Berita Lainnya

Dengan kapasitas produksi 30 hingga 40 potong per hari, harga produknya bervariasi dari Rp95.000 hingga Rp500.000 untuk koleksi sarimbit.

BACA JUGA: Tembus Pasar Nasional, Peci Buatan Warga Kebumen Banjir Pesanan Menjelang Idul Fitri

Pemasaran agresif melalui media sosial dan live TikTok memperluas jangkauannya hingga ke Sumatera dan Sulawesi.

Bahkan menembus Malaysia berkat jaringan pertemanan. Kini, omzet bulanan yang diraih mencapai Rp25 juta hingga Rp35 juta.

Kisah Ani Susanti menjadi bukti inspiratif bahwa profesi medis dan dunia kreatif dapat berjalan beriringan.

Lebih dari sekadar meraih untung, usahanya membuka lapangan pekerjaan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Berita terkait