JAKARTA, Beritakebumen.com – Umat Muslim di Indonesia kembali berpotensi mengalami perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengeluarkan prediksi awal bahwa Ramadhan tahun ini akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga Idul Fitri kemungkinan besar jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Prediksi ini disampaikan berdasarkan perhitungan hisab dan rencana pelaksanaan rukyatul hilal pada 29 Ramadhan 1447 H atau bertepatan dengan penghujung Maret 2026 mendatang.
Pengurus LF PBNU, Prof. Ahmad Izzuddin menjelaskan bahwa proses ijtima atau konjungsi diperkirakan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.25 WIB.
BACA JUGA: Muhammadiyah Kebumen Umumkan 25 Lokasi Sholat Idul Fitri Jumat 20 Maret 2026, Cek Titik Terdekat!
Posisi Hilal Masih di Bawah Kriteria MABIMS
Dari data hisab yang dihimpun para ahli falakiyah, posisi hilal pada sore hari setelah maghrib nanti menunjukkan angka yang sangat rendah.
Tinggi hilal di wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke hanya berkisar antara 1 hingga 3 derajat. Sementara itu, sudut elongasi bulan berada di angka 4 hingga 6 derajat.






