SEMARANG, Beritakebumen.com – Inovasi literasi berbasis lingkungan dan budaya “Kupu-Kupu Alam” Pelita Geopark Kebumen mengantarkan Supriyono, S.I.Pust., pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kabupaten Kebumen, meraih Anugerah Pustakawan Indonesia (API) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan pada penutupan Rapat Kerja Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia (Rakernas IPI) 2026 di Semarang, Rabu (7/10/2026).
Supriyono meraih nilai akhir 81,25 setelah melewati seleksi administrasi, verifikasi dokumen, dan penilaian portofolio berbasis bukti. Ia menjadi utusan Pengurus Daerah IPI Jawa Tengah dalam ajang yang diikuti 17 peserta dan mengerucut menjadi 10 nominator.
Melalui Kupu-Kupu Alam Pelita Geopark Kebumen, Supriyono mengembangkan layanan perpustakaan yang mengajak peserta didik mengenal literasi sekaligus kekayaan alam dan budaya di lingkungannya. Program ini menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang terhubung dengan potensi lokal.
BACA JUGA: AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Jabat Kapolres Kebumen, Gantikan I Putu Bagus Krisna
Ketua Umum Pengurus Pusat IPI Joko Santoso mengatakan API 2026 menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi pustakawan yang selama ini bekerja memberikan layanan literasi kepada masyarakat.
“Ini adalah bentuk rekognisi dan juga apresiasi tertinggi terhadap apa yang saya sebut kerja sunyi para pustakawan itu,” kata Joko.
Supriyono menyambut penghargaan tersebut sebagai apresiasi sekaligus tanggung jawab untuk terus mengembangkan inovasi kepustakawanan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berinovasi, dan menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih berdampak. Saya ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menghubungkan masyarakat, terutama generasi muda, dengan potensi alam, budaya, dan pengetahuan di daerahnya,” ujar Supriyono.
Dorong Pustakawan Adaptif di Era AI
Rakernas IPI 2026 berlangsung pada 6–8 Oktober dengan tema “Pustakawan Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak”. Lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah mengikuti forum yang membahas penguatan kompetensi, sertifikasi profesi, riset, literasi masyarakat, dan adaptasi pustakawan terhadap perkembangan teknologi.
IPI juga memperkenalkan profil pustakawan masa depan melalui konsep De.K.A.T, yakni Dedikatif, Kreatif, Adaptif, dan Tersertifikasi.
Joko menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak menghilangkan peran pustakawan, terutama dalam aspek pelayanan yang membutuhkan empati dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat.
“Mesin mungkin bisa menemukan triliunan data, namun hanya manusia pustakawanlah yang memiliki empati untuk mendengarkan keluh kesah pemustaka dan memahami ruang batin mereka. Ruh pelayanan ada pada dedikasi kita, dan itu tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan mana pun,” katanya.
BACA JUGA: Film Gak Ada Matinya Rilis 5 November 2026, Simak Daftar Pemain dan Sinopsisnya
Supriyono yang juga merupakan Pustakawan Ahli Muda Disarpus Kebumen dan Ketua PD IPI Kebumen mengatakan penghargaan tersebut akan menjadi dorongan untuk terus memperkuat literasi berbasis potensi daerah.
Penghargaan API 2026 sekaligus menempatkan Kupu-Kupu Alam Pelita Geopark Kebumen sebagai salah satu inovasi kepustakawanan yang menghubungkan layanan perpustakaan dengan kekayaan alam, budaya, dan pendidikan di tingkat lokal. ***






