Informasi suara yang diterima secara berulang dapat dikaitkan dengan pengalaman, memori, dan situasi tertentu.
Bagi manusia, berbicara dengan kucing juga dapat menjadi ruang untuk mengekspresikan emosi.
Kehadiran hewan peliharaan yang tidak memberikan penilaian dapat membuat seseorang merasa lebih nyaman ketika melepas penat setelah menjalani aktivitas yang melelahkan.
BACA JUGA: Pemilik Anabul Wajib Tahu, 10 Perubahan Perilaku Ini Sinyal Kucing Makin Tua
Interaksi yang tenang juga dikaitkan dengan hormon oksitosin yang berperan dalam ikatan sosial.
Nada suara lembut dapat membantu menciptakan suasana rileks bagi kucing. Kondisi tersebut kemudian dapat membuat pemilik merasa lebih tenang saat berinteraksi dengannya.
Suara pemilik juga dapat membantu kucing mengenali pola aktivitas di rumah. Penggunaan kata atau kalimat tertentu secara konsisten.
Misalnya menjelang waktu makan atau saat hendak meninggalkan rumah, dapat menjadi petunjuk yang membantu kucing memprediksi rutinitas.
Panduan Berbicara dengan Kucing
Ada beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan pemilik saat berkomunikasi dengan kucing.
Pertama, gunakan cat-directed speech, yaitu nada bicara yang lebih lembut, sedikit lebih tinggi, dan tidak terlalu cepat. Gaya suara seperti ini dapat membantu menarik perhatian kucing.






