Pada pagi hari, hormon lapar atau ghrelin disebut berada pada tingkat yang lebih rendah.
Karena itu, ia menyarankan agar pagi hari tidak diawali dengan makanan berat berkalori tinggi. Pilihannya dapat berupa teh rempah tanpa gula, seduhan herbal, sedikit buah segar atau biji-bijian.
Sebaliknya, kebutuhan nutrisi dan rasa lapar cenderung meningkat pada siang hari. Waktu tersebut dinilai lebih tepat untuk memenuhi kebutuhan makanan utama.
BACA JUGA: 7 Manfaat Kumur Air Garam yang Jarang Diketahui, dari Sariawan hingga Sakit Tenggorokan
Kurangi Makanan Olahan
Kondisi mikrobioma dalam usus juga menjadi perhatian dalam pola hidup sehat. Untuk menjaga keseimbangan sistem pencernaan, dr. Zaidul Akbar menganjurkan pengurangan makanan olahan dan bahan sintetis pabrikan.
Sebagai gantinya, konsumsi makanan alami yang mengandung prebiotik dan probiotik dapat menjadi pilihan.
Kurma, biji-bijian dan rempah-rempah alami termasuk sumber prebiotik yang disebutkan. Sementara itu, makanan hasil fermentasi alami seperti tempe, tape dan acar dapat menjadi sumber probiotik.
Ia juga mencontohkan kombinasi makanan alami, seperti kurma dengan tempe yang tidak digoreng, sebagai salah satu pilihan untuk mendukung kesehatan usus dan sistem imun.
Puasa dan Penggunaan Cadangan Energi
Tubuh menyimpan energi secara bertahap, dimulai dari glukosa, kemudian glikogen yang tersimpan di jaringan, hingga cadangan lemak.
Menurut dr. Zaidul Akbar, kondisi lapar atau puasa dapat membantu tubuh mengakses cadangan energi tersebut.






