Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah untuk mengumumkan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Prosesnya dimulai dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh tim hisab rukyat.
“Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatulhilal yang masuk dari berbagai daerah, sebelum akhirnya diumumkan kepada masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Berdasarkan data hisab, ijtimak atau konjungsi menjelang Syawal terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.
BACA JUGA: Mudik via Kebumen? GP Ansor Siapkan 18 Posko dengan Layanan Bengkel dan Pijat Gratis
Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia saat rukyat nanti diprediksi berada di atas ufuk, berkisar antara 0°54’27” hingga 3°7’52”.
Sementara sudut elongasinya antara 4°32’40” hingga 6°06’11”. Meski secara hisab telah memberikan gambaran, Kemenag menegaskan bahwa keputusan akhir tetap menunggu laporan hasil pemantauan langsung dari lapangan.
Masyarakat diimbau untuk menantikan hasil sidang isbat yang akan diumumkan langsung setelah proses pemaparan dan musyawarah selesai.
Apakah 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, atau sehari setelahnya? Semua akan terjawab nanti malam.






