Beritakebumen.com – Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus kesempatan memperbaiki pola makan.
Dokter sekaligus content creator, Tirta Mandira Hudhi, dalam unggahan Youtube mengungkapkan tips penting mengenai komposisi makanan saat sahur agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
Ia menekankan bahwa apa yang dikonsumsi saat sahur akan sangat menentukan kualitas aktivitas selama berpuasa.
Menurut dr. Tirta, saat berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dan makanan sama sekali selama lebih dari 12 jam.
BACA JUGA: Bahaya Langsung Minum Es dan Makan Gorengan Saat Buka Puasa, Ini Penjelasan dr Tirta
Dalam kondisi ini, tubuh hanya mengandalkan cadangan energi yang telah disimpan sebelumnya.
“Jadi apa yang kita makan saat sahur itu akan mempengaruhi aktivitas kita selama seharian,” jelasnya.
Pernyataan ini memicu pertanyaan menarik, apakah lebih baik mengonsumsi karbohidrat atau protein saat sahur?
Dr. Tirta menegaskan bahwa keduanya harus seimbang. Namun, porsi ideal tergantung pada kondisi fisik masing-masing orang.
Bagi mereka yang memiliki lingkar perut berlebih atau ingin menurunkan berat badan, puasa adalah momentum tepat untuk “cutting” atau mengurangi lemak.
Dalam hal ini, dr. Tirta menyarankan untuk mengurangi porsi karbohidrat dan memperbanyak protein saat sahur. Tujuannya agar tubuh memanfaatkan cadangan energi dari lemak di perut dan paha.
Sebaliknya, bagi individu dengan berat badan ideal dan hanya ingin menjaga kondisi tubuh, konsumsi karbohidrat tetap diperlukan. “Kalau enggak, lemas banget dia pas seharian puasa,” tegasnya.
BACA JUGA: Saran dr Hasan Bayuni: Hindari Porsi Nasi Berlebih Saat Sahur, Ini Alasannya
Menariknya, dr. Tirta membantah anggapan umum bahwa protein membuat kenyang lebih lama sehingga karbohidrat bisa diabaikan.
Ia menjelaskan bahwa saat sahur, tubuh tetap butuh energi instan yang berasal dari gula dalam makanan berkarbohidrat.
Tanpa asupan karbohidrat yang cukup, seseorang berisiko lemas di siang hari.






