BERITAKEBUMEN.COM – Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat sering kali sulit membedakan antara mitos kesehatan dan fakta medis yang sebenarnya.
Menanggapi fenomena tersebut, dr. Tirta Mandira Hudhi melalui sebuah video edukasi memaparkan bahwa ada beberapa mitos populer di masyarakat yang secara ilmiah terbukti kebenarannya.
Edukator kesehatan sekaligus pembuat konten ini menguraikan tiga kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sekadar omongan orang tua zaman dulu, namun memiliki landasan medis yang kuat menurut para ahli.
1. Minum Es Bisa Memicu Sakit Pilek
Mitos pertama yang dibenarkan oleh dr. Tirta adalah anggapan bahwa konsumsi es dapat menyebabkan seseorang jatuh sakit, khususnya pilek.
BACA JUGA: Dokter Tirta Ungkap Penyebab Uban di Usia Muda, Bukan karena Penuaan!
Secara medis, konsumsi air es secara berlebihan pada beberapa kondisi tubuh tertentu dapat memicu terjadinya rinitis alergi.
“Intinya adalah kalau kamu minum es terlalu banyak pada beberapa kondisi itu jadi rinitis alergi,” ujar dr. Tirta.
Kondisi tersebut memicu gangguan pada silia atau rambut-rambut halus di dalam rongga hidung. Ketika paparan dingin terjadi secara ekstrem, gerakan silia dapat terhenti (stuck).
Sehingga fungsi hidung dalam menyaring partikel berbahaya dan kuman menjadi tidak optimal.
2. Pentingnya Tidur Siang dan Tidur Malam yang Cukup
Mitos kedua berkaitan dengan anjuran tidur siang. Sebagian orang menganggap tidur siang sebagai bentuk kemalasan.
Namun dr. Tirta menegaskan bahwa aktivitas ini sangat penting untuk proses pemulihan atau recovery tubuh setelah beraktivitas.
Selain tidur siang, kualitas tidur malam juga memegang peranan krusial bagi kesehatan fisik. Berdasarkan penjelasan medis, pertumbuhan tulang pada manusia terjadi secara maksimal pada malam hari.
Oleh karena itu, istirahat malam yang cukup menjadi syarat mutlak untuk mendukung perkembangan tubuh, terutama bagi masa pertumbuhan.
BACA JUGA: Benarkah Kopi Bahaya untuk Jantung? Ini Penjelasan Dokter Tirta
3. Anak Kecil Harus Sering Diajak Mengobrol
Mitos ketiga yang dinilai sepenuhnya benar adalah keharusan untuk selalu mengajak anak kecil berkomunikasi secara aktif.
Dr. Tirta menjelaskan bahwa pola komunikasi yang pasif atau satu arah seperti membiarkan anak terlalu lama menatap layar gawai tanpa interaksi—dapat berdampak buruk pada tumbuh kembangnya.
Anak yang jarang diajak berdialog secara dua arah cenderung akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial di masa depan.
Melalui obrolan yang intens, kemampuan linguistik, emosional, dan kognitif anak dapat terstimulasi secara baik sejak dini.
Melalui penjelasan singkat ini, dr. Tirta mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung mengabaikan nasihat-nasihat kesehatan tradisional.
Sebab, sebagian di antaranya memiliki korelasi langsung dengan ilmu kedokteran modern.






