Sering Mengajak Kucing Bicara di Rumah? Ini Fakta Sains tentang Respons Si Anabul

Sains membuktikan ajak kucing bicara picu oksitosin dan tingkatkan ikatan emosional. (Foto: Ilustrasi AI)

BERITAKEBUMEN.COM – Berbicara dengan kucing menjadi kebiasaan yang dilakukan banyak pemilik anabul di rumah.

Sekilas, aktivitas ini terlihat seperti percakapan sepihak. Namun, sejumlah temuan ilmiah menunjukkan bahwa kucing mampu mengenali suara pemiliknya dan merespons rangsangan suara melalui perubahan perilaku.

Berita Lainnya

Interaksi tersebut juga dapat memberikan pengalaman emosional positif bagi manusia. Kucing memang dikenal sebagai hewan yang mandiri.

BACA JUGA: Kucingmu Sering Melakukan 17 Hal Ini? Bisa Jadi Dia Sangat Bahagia dan Percaya Padamu

Ketika dipanggil, mereka terkadang hanya menggerakkan telinga, kepala, atau matanya tanpa datang menghampiri. Respons tersebut tidak berarti kucing tidak mendengar.

Penelitian yang dilakukan Atsuko Saito dari University of Tokyo menunjukkan bahwa kucing mampu membedakan nama mereka dari kata lain serta mengenali suara pemilik dan suara orang asing.

Respons seperti perubahan pupil, gerakan telinga, dan posisi kepala menunjukkan adanya aktivitas saat kucing menerima rangsangan suara.

Karakter kucing yang cenderung hemat dalam merespons juga berkaitan dengan perilaku mereka sebagai hewan pemburu yang mandiri.

Percakapan sehari-hari turut memberikan stimulasi bagi otak kucing. Salah satu bagian otak yang berperan dalam pemrosesan informasi sensorik adalah Suprasylvian Gyrus.

Berita terkait