Inspirasi Bisnis! Berbekal Limbah Pantai, Warga Ayah Kebumen Sukses Raup Cuan dari Ternak Bebek

Manfaatkan limbah pantai, peternak bebek di Kebumen sukses tekan biaya pakan 40 persen dan tembus pasar telur asin. (Foto: Istimewa)

AYAH, Beritakebumen.com – Potensi alam pesisir pantai selatan Jawa rupanya menyimpan peluang ekonomi yang menjanjikan jika dikelola dengan kreatif.

Hal inilah yang dibuktikan oleh Taufik, seorang warga Dusun Pagebangan, Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Berita Lainnya

Ia berhasil mengembangkan usaha ternak bebek hingga memproduksi ratusan telur asin setiap harinya dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar tempat tinggalnya.

Keputusan Taufik untuk terjun ke dunia peternakan bebek didasari oleh lokasi geografis desanya yang strategis.

BACA JUGA: Pesanan Jas Hujan di Kebumen Melonjak 10 Kali Lipat, Tembus Seribu Potong Sehari!

Berdekatan dengan pantai dan melimpahnya tanaman eceng gondok menjadi modal utama baginya untuk menekan biaya produksi secara signifikan.

Pakan Alami Tekan Biaya Hingga 40 Persen

Salah satu kunci keberhasilan Taufik terletak pada kemampuannya meracik pakan secara mandiri. Selain mengandalkan pakan pabrikan, ia secara cerdik memanfaatkan limbah udang dan ikan yang melimpah di pesisir pantai.

Tak hanya itu, eceng gondok diolah menjadi pakan utama untuk bebek-bebeknya. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga kelangsungan bisnisnya.

Dengan memanfaatkan apa yang disediakan oleh alam, Taufik mampu memangkas biaya operasional pakan hingga 40 persen dibandingkan jika sepenuhnya bergantung pada pakan komersial.

Dari 10 Ekor Menjadi Seribu

Perjalanan bisnis Taufik dimulai dari langkah kecil dengan memelihara 10 ekor bebek sebagai ajang berlatih.

Berkat ketekunan dan semangat yang tinggi, dalam kurun waktu 1 tahun 4 bulan, populasi ternaknya melonjak drastis hingga mencapai hampir 1.000 ekor.

Awalnya, Taufik hanya menjual telur bebek dalam kondisi mentah. Namun, seiring berkembangnya usaha, ia mulai melakukan inovasi dengan memproduksi telur asin. Saat ini, kapasitas produksinya telah mencapai angka 300 hingga 400 butir telur asin per hari.

Dukungan Ketahanan Pangan

Permintaan terhadap telur asin produksi Taufik terus meroket. Menurutnya, lonjakan pesanan ini salah satunya dipicu oleh adanya program makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah.

BACA JUGA: Berawal dari Barter Burung Perkutut, Pria di Kebumen Ini Sulap Rumah Jadi Galeri Barang Antik

Selain itu, momen hari raya dan hari besar keagamaan lainnya selalu menjadi puncak permintaan pasar.

Menariknya, Taufik yang juga aktif sebagai pengurus PAC Ansor Kecamatan Ayah, kerap melibatkan rekan-rekan Ansor dan Banser di wilayahnya dalam mengelola usaha ini.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk nyata aksi patriot dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.

Keberhasilan Taufik menjadi bukti nyata bahwa kemandirian ekonomi dapat dibangun dari potensi desa yang sering terabaikan.

Dengan kreativitas dalam mengolah pakan alami dan ketekunan melihat peluang pasar, sektor peternakan di pesisir Kebumen kini menjadi tumpuan ekonomi yang kokoh bagi warga sekitar.

Berita terkait