Ia juga menekankan pentingnya tidak langsung menyantap makanan berat saat azan magrib. Membuka puasa dengan air putih dan tiga butir kurma menjadi pilihan terbaik karena ringan di lambung dan mengikuti sunah.
Untuk sahur, dr. Tirta merekomendasikan jus alpukat karena kandungan lemak sehatnya mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Jika kondisi lambung memburuk di siang hari, ia menegaskan bahwa membatalkan puasa demi kesehatan diperbolehkan secara medis maupun agama.
Dari sisi medis, dr. Tirta menjelaskan bahwa puasa mirip dengan fase cutting atau pembakaran lemak dalam dunia kebugaran.
Saat berpuasa, tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi karena asupan gula menurun.
Hal ini dapat menurunkan kadar kolesterol total dan risiko penyakit kardiovaskular, asalkan tidak diimbangi dengan makan berlebihan saat berbuka.
Bagi pecinta kopi, dr. Tirta memberikan catatan khusus. Kafein bersifat stimulan yang memicu frekuensi buang air kecil sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi jika diminum saat sahur.






