Puasa Ramadan Jadi Momen ‘Cuti’ Terbaik untuk Ginjal, Begini Penjelasan Medisnya

Penasaran bagaimana ginjal bekerja saat kita tidak minum 12 jam? Ternyata, puasa Ramadan adalah waktu "cuti" bagi ginjal untuk berhenti menyaring asupan tidak sehat. (Foto: Ilustrasi Canva)

Beritakebumen.com – Ibadah puasa Ramadan seringkali menimbulkan pertanyaan bagi sebagian orang mengenai dampaknya terhadap fungsi organ tubuh, terutama ginjal.

Di tengah kondisi tanpa asupan air selama lebih dari 12 jam, muncul rasa penasaran bagaimana tubuh tetap bisa menjaga tekanan darah dan fungsi organ tetap normal.

Berita Lainnya

Praktisi kesehatan dan Konten Kreator, dr. Tirta Mandira Hudhi menjelaskan fenomena luar biasa yang terjadi pada ginjal saat seseorang berpuasa.

Menurutnya, momen Ramadan justru menjadi waktu bagi ginjal untuk beristirahat dari beban kerja yang biasanya sangat berat.

BACA JUGA: Bahaya Tidur Setelah Sahur, Gangguan Metabolisme hingga Siklus Tidur yang Berantakan

Mekanisme Pertahanan Air dalam Tubuh

Saat tubuh tidak menerima asupan cairan selama belasan jam, ginjal secara otomatis mengaktifkan sistem pertahanan yang canggih.

Organ vital ini akan menjaga atau menahan (retain) agar air di dalam tubuh tidak banyak terbuang keluar.

Sistem renin angiotensin aldosteron (RAA) bekerja penuh dalam kondisi ini untuk memastikan keseimbangan cairan dan tekanan darah tetap stabil.

Inilah alasan mengapa seseorang yang berpuasa tetap bisa beraktivitas dengan tensi yang cenderung normal meskipun tidak minum seharian.

Waktu Istirahat Setelah Kerja Nonstop

Manfaat terbesar puasa bagi ginjal terletak pada pengurangan beban kerja penyaringan.

Selama ini, ginjal dipaksa bekerja keras selama 24 jam nonstop untuk menyaring berbagai zat dari makanan dan minuman, termasuk asupan yang sebenarnya kurang bermanfaat bagi tubuh.

“Kita harus bersyukur punya ginjal. Selama ini ginjal kita dipaksa kerja 24 jam nonstop untuk memfilter makanan dan minuman tidak penting. Dan untuk pertama kalinya (saat puasa), dia tidak melakukan itu,” ujar dr. Tirta dalam video Youtube@Info-KesehatanID

Dengan berpuasa, intensitas penyaringan zat-zat “sampah” dari makanan yang tidak perlu menjadi berkurang drastis.

Hal ini memberikan kesempatan bagi sel-sel ginjal untuk memulihkan diri tanpa gangguan asupan yang terus-menerus masuk.

BACA JUGA: Jangan Sampai Salah! Ini Durasi Tidur Siang yang Dianjurkan saat Berpuasa

Puasa Terbukti Menyehatkan Ginjal

Secara medis, puasa Ramadan dinyatakan sangat menyehatkan bagi fungsi ginjal dan tidak perlu diperdebatkan lagi manfaatnya.

Asalkan dilakukan dalam kurun waktu yang tepat dan dibarengi dengan pola hidrasi yang cukup saat berbuka dan sahur, puasa menjadi detoksifikasi alami yang efektif.

Momen ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih menghargai fungsi organ tubuh dengan cara memberikan waktu istirahat yang cukup melalui puasa, sekaligus menjaga pola makan agar tidak memperberat kerja ginjal di luar bulan Ramadan.

Berita terkait