Bagi yang hanya punya waktu olahraga pagi setelah Subuh, pilihlah gerakan ringan seperti peregangan agar tidak memicu dehidrasi berlebihan.
BACA JUGA: Buka Puasa Sehat ala dr Zaidul Akbar: Hindari Gorengan, Ini Menu Penggantinya
Mitos bahwa puasa merusak otot perlu diluruskan. Selama otot tetap dilatih dan mendapat asupan protein yang cukup, tubuh akan mempertahankannya.
Penurunan massa otot saat Ramadan biasanya terjadi karena seseorang berhenti latihan total, bukan karena puasanya.
Yang tak kalah penting, tidur berkualitas menjadi kunci pembentukan otot. Proses perbaikan jaringan otot justru terjadi saat kita tidur, bukan saat berolahraga. Jadi, jaga pola istirahat Anda selama bulan suci.
Tetap dengarkan alarm tubuh. Jika muncul pusing atau pandangan berkunang, segera hentikan aktivitas.
Dengan pengaturan waktu dan jenis latihan yang tepat, Ramadan justru bisa menjadi momentum terbaik mencapai bentuk tubuh impian sekaligus menjaga kesehatan jangka panjang.






