74 Tahun dan Harus Rutin Berobat, Sumini Merasa Terbantu dengan Program JKN

Program JKN
Sumini (74) saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS PKU Muhammadiyah Gombong. (Sumber: BPJS Kesehatan Kebumen)

GOMBONG, Beritakebumen.com – Sumini (74), warga Desa Sempor, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong setelah kondisi kesehatannya menurun. Di tengah pemeriksaan dan pemantauan medis, kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membuatnya lebih tenang menghadapi pengobatan yang harus dijalani secara berkala.

Sumini menjalani perawatan dengan didampingi suaminya, Jaman Ashari (78). Keduanya merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tim medis masih memantau kondisi Sumini dan mempertimbangkan rujukan ke RSUP Dr. Sardjito apabila pemeriksaan menunjukkan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

Berita Lainnya

Di sela perawatan tersebut, Petugas BPJS Satu menemui Sumini melalui kegiatan Customer Visit. Bagi Sumini, RS PKU Muhammadiyah Gombong bukan tempat yang baru. Beberapa bulan sebelumnya, ia pernah menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut dan sampai sekarang masih menjalani kontrol secara rutin setiap pekan.

BACA JUGA: Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Mulai 21 September, Ini Syarat dan Cara Dapat Relaksasinya

Pengalaman selama mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit itu, menurut Sumini, berjalan dengan baik. Ia menyebut tenaga medis maupun petugas rumah sakit memberikan pelayanan secara ramah.

“Pelayanannya selalu baik. Dokter, perawat, sampai petugasnya semuanya ramah,” tutur Sumini.

Tak Lagi Terbebani Biaya Pengobatan

Kondisi kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan berulang membuat kepastian pembiayaan menjadi salah satu hal penting bagi Sumini dan keluarganya.

Ia mengatakan pengalaman berobat sebagai pasien umum sebelumnya membuat keluarga harus menyiapkan biaya yang cukup besar. Kondisi tersebut berbeda ketika ia menggunakan kepesertaan JKN.

“Dulu kami pernah berobat sebagai pasien umum. Biayanya cukup besar. Sekarang, dengan BPJS Kesehatan, kami tidak lagi terlalu memikirkan biaya. Kami bisa lebih fokus menjalani pengobatan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Geopark Kebumen Jadi Muatan Lokal Sekolah, Kenalkan Kekayaan Daerah Sejak Dini

Menurut Sumini, jaminan pembiayaan melalui JKN membuat keluarga dapat lebih berkonsentrasi mendampingi proses pengobatan. Apalagi, ia masih membutuhkan kontrol secara berkala untuk memantau kondisi kesehatannya.

Kekhawatiran sempat muncul dari anak Sumini ketika dokter membuka kemungkinan rujukan ke rumah sakit di luar daerah. Keluarga ingin memastikan apakah kepesertaan JKN tetap dapat digunakan jika Sumini membutuhkan penanganan di rumah sakit rujukan di wilayah lain.

Berita terkait