4. Minum Air Sekaligus Jelang Imsak
Kebiasaan minum air putih dalam jumlah besar sesaat sebelum imsak juga tidak tepat. Tubuh manusia bukan tangki penyimpanan.
BACA JUGA: Rahasia Diet Ramadan 2026: Turun 15 Kg dalam 30 Hari Tanpa Lemas dan Kelaparan
Ginjal akan mendeteksi kelebihan air dan segera membuangnya. Pola minum yang benar adalah dengan metode 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Cara ini memastikan sel-sel tubuh menyerap cairan secara optimal sepanjang hari.
5. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri Sembarangan
Saat kepala pusing atau badan pegal, beberapa orang langsung menelan obat pereda nyeri. Padahal, konsumsi obat seperti ini tanpa resep dokter sangat berisiko.
Dalam kondisi puasa yang kekurangan cairan, obat-obatan tertentu dapat mengurangi aliran darah menuju ginjal. Akibatnya, sel-sel ginjal bisa mati dan memicu gagal ginjal akut.
Ginjal adalah organ yang jarang memberi tanda saat mulai bermasalah. Gejala biasanya baru muncul ketika kerusakan sudah parah.
Menjaga pola makan dan hidrasi selama Ramadan bukan hanya tentang kelancaran ibadah, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan.
Dengan mengubah kebiasaan buruk, kita bisa melewati bulan suci dengan tubuh yang lebih bugar dan ginjal yang tetap sehat.






