Terlalu Banyak Minum Air Putih Ternyata Bisa Bahaya, Kenali Risiko Overhidrasi

Kebanyakan minum air putih dapat mengganggu keseimbangan natrium dalam tubuh dan memicu hiponatremia. Simak gejala yang perlu diwaspadai. (Foto: Ilustrasi AI)

BERITAKEBUMEN.COM – Minum air putih cukup setiap hari penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Namun, konsumsi air dalam jumlah berlebihan dan dalam waktu singkat dapat menyebabkan overhidrasi, terutama pada orang yang memiliki gangguan fungsi ginjal.

Berita Lainnya

Dokter Spesialis Urologi, Dr. I Nyoman Palgunadi, menjelaskan bahwa overhidrasi terjadi ketika jumlah cairan yang masuk ke tubuh melebihi kemampuan tubuh untuk mengeluarkannya.

Kondisi tersebut membuat ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan air.

BACA JUGA: Jangan Asal Makan! Ini 5 Asupan Pre-Workout Terbaik Agar Olahraga Tidak Cepat Lelah

Risiko gangguan kesehatan menjadi lebih besar pada orang yang memiliki riwayat atau masalah fungsi ginjal.

Ketika kemampuan ginjal memproses cairan menurun, air dapat tertahan di dalam tubuh dan memicu pembengkakan atau edema pada tangan, kaki, hingga wajah.

Kelebihan air juga dapat mengencerkan darah dan mengganggu keseimbangan elektrolit, terutama natrium. Kondisi ketika kadar natrium dalam darah turun di bawah batas normal disebut hiponatremia.

Natrium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi saraf dan otot.

Hiponatremia dapat menimbulkan gejala seperti mual, pusing, sakit kepala, lemas, hingga kebingungan.

Dalam kondisi berat, hiponatremia dapat menjadi keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan intensif.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan ketika asupan air diduga berlebihan antara lain urine sangat bening, terlalu sering buang air kecil, pusing, mual, serta pembengkakan pada wajah, tangan, atau kaki.

Namun, sering buang air kecil juga dapat berkaitan dengan kondisi medis lain sehingga keluhan yang berulang sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis.

BACA JUGA: Waspada Risiko Kipas Angin dan AC Dipakai Lama Saat Musim Kemarau, Begini Cara Aman Mencegahnya

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda dan dipengaruhi aktivitas fisik, suhu lingkungan, serta kondisi kesehatan.

Orang yang beraktivitas berat atau berada di lingkungan panas umumnya membutuhkan lebih banyak cairan.

Masyarakat disarankan memenuhi kebutuhan air sesuai kondisi tubuh dan tidak memaksakan minum dalam jumlah sangat besar dalam waktu singkat.

Bagi penderita gangguan ginjal, jumlah konsumsi air sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter.

Berita terkait